Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,Pada kesempatan kali ini, marilah kita bersama-sama merenungkan sebuah perbuatan yang sering dianggap kecil namun memiliki dampak yang sangat besar, yaitu ghibah. Ghibah bukan hanya merusak hubungan sesama manusia, tetapi juga membawa dosa yang sangat berat di sisi Allah.
Hadirin yang berbahagia,Ghibah adalah membicarakan keburukan seseorang di belakangnya, yang jika ia mendengarnya, ia tidak suka. Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan ghibah seperti memakan daging saudaranya yang telah mati, sebuah gambaran yang sangat mengerikan.
Allah berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12:
Al-Hujurat · Ayat 12
Dari ayat ini kita bisa memahami bahwa ghibah bukanlah perbuatan ringan. Ada beberapa bahaya ghibah yang perlu kita waspadai:
1. Menghapus pahala dan menambah dosa Setiap kata buruk yang kita lontarkan tentang orang lain akan kembali kepada diri kita sendiri dalam bentuk dosa.
2. Merusak hubungan persaudaraan Ghibah dapat menimbulkan sakit hati, perselisihan, dan memutuskan tali silaturahmi.
3. Menciptakan lingkungan yang tidak sehat Jika ghibah menjadi kebiasaan, maka masyarakat akan dipenuhi rasa curiga, iri, dan prasangka buruk.
4. Membutakan hatiOrang yang terbiasa bergosip akan sulit melihat kebaikan orang lain dan hanya fokus pada keburukannya.
Untuk menghindari ghibah, kita perlu:
1. menjaga lisan dan berpikir sebelum berbicara
2. Menghindari perkumpulan yang suka membicarakan keburukan orang
3. Mengingatkan teman secara lembut jika mereka mulai ghibah
4. Menyibukkan diri dengan amal baik dan hal bermanfaat
5. Mendoakan orang lain, bukan membicarakan keburukannya
hadirin yang dimuliakan Allah,Marilah kita menjaga lisan kita dari perbuatan ghibah. Karena lisan yang tidak dijaga dapat menyeret kita kepada dosa besar. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk berkata baik atau diam, serta menjadikan kita hamba yang saling menasihati dalam kebaikan.Demikian yang dapat saya sampaikan.Mohon maaf atas segala kekurangan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Tuliskan Komentar Anda!